rembulan surur

Jantung dan pemikiran seakan memaksa berhenti

Namun bayangan selalu hadir pada setiap kelopak menutup bola mata

Tirai jendela yang terkesiap laju angin malam, seakan bercerita

Bahwa rindu sudahlah beku, seharusnya

Ketika sang pujangga kehilangan pena-nya?

Lantas karya apakah yang tengah ia garap sementara hati terasa gusar

Lelah jiwa dan pemikiran mencoba menerka

Bahwa akan adakah setitik cerita yang ingin tak terusaikan

Dewi malam yang sepertinya angkuh nan dingin

Kini mulai mengizinkan purnama datang sebelum malam benar-benar hening

Adakah cerita yang sama ia hiasi dengan gelapnya dunia tanpa rasa

Hambar, bahkan tak memiliki pesona

Deru suara malam yang menderit

Menjadi lantunan hati yang masih papah mengobati rasa sakit

Ia datang tanpa permisi

Kemudian dengan dingin mencapkan harapan yang begitu kuat

Oktober..

Apakah kau datang dengan sejuta warna?

Menyelamatkanku yang sedang dirundung kata-kata kenaifan itu

Kuharap. Kutunggu.

Akhir episode di bulan ini semoga seindah rembulan malam,

yang diam-diam tersenyum dengan begitu manis

Rawamangun,05 Okt 2014

rembulan surur

Advertisements