Indonesia: Budaya dan Bahasa di Asia Tenggara

Keindahan Budaya dan Keelokan Bahasa Indonesia Sang Zamrud Khatulistiwa

[Oleh: Surur, Universitas Negeri Jakarta]

       Usia Indonesia mungkin belum terlalu tua, pada Agustus tahun ini genap sudah Indonesia berusia 69 tahun setelah merdeka dari penjajah. Namun, walau usianya tidak terlalu renta, Indonesia patut dibanggakan karena dinobatkan sebagai salah satu negeri dengan keindahan baik dari segi wilayah, bahasa, budaya serta kekayaan alamnya. Indonesia seakan menjadi sebuah negeri dengan seribu satu cerita bahkan lebih. Butuh waktu yang tidak singkat untuk mendeskripsikan bagaimana keindahan-keindahan tersebut dapat terbentuk, terkumpul, menyatu, serta terhimpun, hingga kemudian menjadi suatu kesatuan Republik Indonesia. Sejarah panjang Indonesia yang mampu menjadikan generasi penerus harus terus berjuang dalam kobaran semangat para pahlawan, nampaknya harus tetap diasah dan dikuatkan guna mencapai tujuan bangsa. Sebagaimana tujuan negara sudah tertulis pada dasar negara yaitu Pancasila; Ketuhanan yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan serta mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

       Dari kota Sabang hingga Marauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, dengan luas sekitar 1.919.440 km2, menjadikan Indonesia dijuluki sebagai zamrud khatulistiwa. Sebanyak sekitar 13.667 pulau berjajar seakan teruntai menjadi satu dan tersebar membentuk permadani yang menjuntai di salah satu sudut Asia Tenggara. Mungkin itulah yang menyebebkan Indonesia mendapatkan julukan tersebut karena secara astronomis wilayahnya terletak di garis khatulistiwa.

       Di negara berkembang ini, banyak kekayaan-kekayaan yang dapat dibanggakan. Patut diancungi jempol bahwa Bahasa Indonesia adalah bahasa yang dipelajari di lebih dari 46 negara. Walaupun tak dapat dipungkiri, Bahasa Indonesia bukanlah satu-satunya bahasa yang menjadi media komunikasi di negeri multikultural ini. Ada sekitar ratusan bahasa yang tersebar pada suku-suku yang mendiami Tanah Nusantara. Diantaranya, bahasa Batak, Madura, Sunda, Jawa, Manado, dan masih banyak lagi. Maka dari itu, Bahasa Indonesia memiliki peranan penting dalam menghubungkan seluruh suku dari semua lapisan masyarakat, karena perlu kita ketahui bahwa Indonesia merupakan negara dengan penduduk yang heterogen dan merupakan peringkat keempat penduduk terpadat di dunia dengan komunitas muslim terbesar pula (Nguyen dan Richer 2003:1). Selain bahasa, ada banyak aspek lain yang menjadi pembeda antara satu penduduk dengan yang lain seperti suku, adat, agama, dan status sosial.

       Keanekaragaman suku dan budaya serta perbedaan etnis tidak menghalangi Indonesia untuk bersama merasa memiliki Tanah Air ini. Karena semboyan yang begitu melekat telah terpatri dengan kuat dalam benak masyarakat Indonesia yaitu Bhinneka Tunggal Ika. Semboyan tersebut berasal dari bahasa sansekerta yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu jua.

Di Asia Tenggara, Indonesia merupakan wilayah paling luas dan berpenduduk paling banyak pula. Bisa dibayangkan bahwa Negara Singapura (salah satu negara termaju di ASEAN), wilayahnya hanya seluas ibukota Jakarta. Dan ini membuktikan bahwa secara logika Indonesia adalah negeri dimana pulau-pulau yang terjajar dari barat ke timur memiliki satu kesatuan visi. Disinilah peranan Bahasa Indonesia, karena tanpa adanya Bahasa Indonesia mungkin tak akan ada perdamaian di bumi Indonesia. Dengan adanya Bahasa Indonesia ratusan ribu masyarakat Indonesia dapat saling berkomunikasi dengan satu bahasa. Sejak Taman Kanak-kanak hingga bangku perkuliahan, Bahasa Indonesia sudah di masukkan kedalam kurikulum sebagai mata pelajaran wajib di seluruh sektor pendidikan di wilayah Indonesia. Sehingga kecil kemungkinan jika suatu daerah sama sekali tidak mengetahui Bahasa Indonesia. Di media nasional seperti surat kabar, radio, televisi, serta media iklan juga menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa utamanya sehingga keanekaragaman bahasa di tiap wilayah tidak menjadi penghambat dalam pengetahuan masyarakat akan Bahasa Indonesia. Dengan adanya Bahasa Indonesia ini menjadi keuntungan tersendiri bagi masyarakat yang nantinya bisa menguasai berbagai bahasa, baik bahasa daerah maupun Bahasa Indonesia itu sendiri.

Namun perlu diketahui bahasa daerah masing-masing suku juga harus perlu diperhatikan dan dijaga kelestariannya dalam upaya melindungi kebudayaan Indonesia. Karena seperti yang kita ketahui bahwa bahasa juga merupakan salah satu budaya. Upaya-upaya dalam pelestarian bahasa daerah sangat terlihat pada penyediaan program studi bahasa di beberapa universitas baik negeri maupun swasta. Seperti di Universitas Indonesia menyediakan Program Studi Bahasa daerah untuk Sastra Jawa, dan di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung menyediakan jurusan Pendidikan Bahasa Sunda. Ini merupakan suatu pembuktian bahwa seluruh lapisan masyarakat harus turut andil dalam menjaga keutuhan bahasa agar tidak tergradasi oleh globalisasi yang akibatnya sudah kita ketahui bersama.

       Selain bahasa, Indonesia tentu pula kaya dengan budayanya. Tak dapat dipungkiri bahwa Budaya Indonesia seperti Batik sudah di patenkan sehingga resmi menjadi salah satu aset kebudayaan Indonesia. Budaya, terbentuk dalam dua kata yaitu budhi dan daya yang berarti budhi (akal) dan daya (hasil). Berarti budaya merupakan hasil dari akal yang diapresiasikan dalam bentuk kebudayaan seperti benda, tarian, ataupun kegiatan-kegiatan yang mengandung nilai seni dan budaya yang tinggi.

Seperti kita ketahui Indonesia memiliki budaya yang sangat melimpah. Lagi-lagi ini didukung oleh keanekaragaman suku yang mengakibatkan adat dan kebiasaaan di masing-masing suku berbeda pula. Sebagai contoh, masing masing rumah adat, tarian, makanan, serta benda pusaka pun berbeda-beda. Rumah adat dari suku Jawa disebut Joglo, jika di Betawi disebut Rumah Kebaya dan di Toraja disebut Tongkanan. Begitu pula tarian, Bali mempunyai tari Pendet, Minang juga menjagokan tari Piringnya, sementara Nanggroe Aceh Darussalam juga tidak mau kalah dengan Tari Samannya. Berikutnya ada makanan tradisional yang sangat populer, yaitu Soto Makassar, sedangkan di Padang memiliki Rendangnya yang enak dan Madura juga selalu bangga dengan Sate Maduranya. Benda pusaka dari masing-masing daerah juga bervariasi seperti Keris dari Jawa, Kujang dari Jawa Barat, dan Badik dari Betawi. Sebenarnya masih banyak kebudayaan yang tumbuh disamping masyarakat yang terus membudidayakannya, seperti kesenian, lagu derah, cerita rakyat dan adat istiadat setempat.

       Dengan mengetahui bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya dan bahasa, ini memberikan jalur masuk bagi Indonesia untuk mempresentasikan bagi masyarakat dunia pada umumnya. Perlu diketahui bahwa sudah banyak budayawan yang melakukan tour keliling dunia untuk menampilkan budaya Indonesia yang sangat kental akan warisan leluhur yang perlu dilestarikan. Namun sebelum berekspansi ke luar sana, seperti Eropa dan Amerika akan lebih baik tetangga terdekat kita, Asia dapat lebih dulu mengetahui budaya-budaya Indonesia. Minimal di kawasan Asia Tenggara yang mungkin dari masing-masing negara sama-sama memiliki budaya yang membanggakan. Seperti Thailand dengan Gajah Putihnya, Malaysia dengan Harimau Malaya, dan tentu Indonesia dengan Burung Garudanya. Sementara masih banyak budaya-budaya yang harus kita gali dari masing-masing negara di Asia Tenggara seperti Singapura, Vietnam, Kamboja, Myanmar, Filiphina, Brunei Darussalam, dan Laos. Sementara ada salah satu negara terintegrasi yang masih dalam proses bergabung kedalam ASEAN yaitu Timoer Leste. Kebudayaan sangat besar manfaatnya untuk kedamaian suatu negara dengan yang lainnya guna mempererat hubungan diplomatik antar negara, terutama di Asia Tenggara.

Jakarta, 15 Februari 2014

Bangga jadi anak Indonesia
Bangga jadi anak Indonesia
Advertisements