Bukan lautan hanya kolam susu.. Kail dan jala cukup menghidupimu

Tiada ombak tiada topan kau temui.. Ikan dan udang menghampiri dirimu

Orang bilang tanah kita tanah surga.. tongkat kayu dan batu jadi tanaman..

Orang bilang tanah kita tanah surga.. tongkat kayu dan batu jadi tanaman!

ξ-Koes Ploes


       Intro diatas mengingatkan kita bahwa Indonesia adalah negara mahsyur bagai untaian mutiara di khatulistiwa. Indonesia adalah negara kaya raya. Negara dengan potensi alam, budaya, serta potensi lainnya yang menggelora. Ayolah Indonesia! Tunjukkan cakar garudamu.

Kegiatan yang diperuntukkan bagi ormas, LSM, dan LNL ini dilaksanakan pada tanggal 03-05  November 2014. Kegiatan yang bertujuan untuk menguatkan kesadaran lapisan masyarakat ini diadakan oleh Dirjen Kesatuan Bangsa dan Politik (KESBANGPOL). Hotel Acacia dipilih sebagai lokasi kegiatan ini karena strategis dan mudah dijangkau sehingga memudahkan peserta untuk mengikuti kegiatan ini.

Adapun susunan acara diawali dengan registrasi peserta, persiapan pembukaan, ISHOMA, kemudian pembukaan yang meliputi; pembukaan oleh master of ceremony, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, laporan dari panitia penyelenggara, sambutan dan pengarahan kegiatan dari Dirjen Kesbangpol Kemendagri, dan ditutup dengan pembacaan do’a yang bertujuan agar acara tiga hari kedepan dapat berlangsung dengan lancar.

Setelah acara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi “Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Konteks Bela Negara” yang disampaikan oleh Dr. Didik Suprayitno,MM. Dalam materi ini beliau menjelaskan mengenai poin-poin penting dalam mengamalkan nilai Pancasila sebagai perwujudan bela negara.


       Hari kedua, setelah breakfast ada dua materi dengan tema penting yang akan disampaikan terkait bela negara ini. Materi pertama disampaikan oleh Bapak Indra Baskoro selaku Sekretaris Ditjen Kesbangpol mengenai “Strategi Pemantapan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara”. Dalam materi ini beliau mengemukakan hal-hal penting terkait strategi wawasan, meliputi wilayah serta kekayaan Indonesia yang harus diketahui tiap warga negara. Hal ini sangat penting guna peningkatan kesadaran masyarakat agar mencaga serta melindungi aset-aset Indonesia khususnya dari pihak internal maupun eksternal.

Materi selanjutnya yaitu “Bela Negara Dalam Konteks Kekinian” disampaikan oleh perwakilan dari Direktorat Jendral Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Ditjen Pothan Kemhan RI). Hal ini mengungkapkan bagaimana kondisi Indonesia kini dan apa yang harus segera dilakukan guna menanggulangi potensi-potensi yang dapat mengendurkan kecintaan kita terhadap Tanah Air.

Cofffe Break. Hal ini tentunya sangat dinanti-nanti, karena dapat mengusir rasa kantuk serta me-refresh sebagai selingan diantara materi-materi dengan pokok bahasan yang cukup berat.

Bapak Bibit Santoso, perwakilan dari LEMHANNAS RI (Lembaga Pertahanan Nasional Republik Indonesia) memaparkan materi mengenai “Peran Lembaga Masyarakat (Civil Society) Dalam Memperkuat Ketahanan Nasional”. Ini adalah suatu diskusi mengenai apa saja yang dapat dilakukan khususnya oleh LSM dan ormas-ormas lainnya untuk berupaya dalam mempertahankan keutuhan bangsa. Hal-hal positif yang dilakukan oleh berbagai LSM dan ormas lainnya sangat berpengaruh dalam menjaga ketahanan nasional supaya Indonesia dapat menjadi negara yang kuat, utuh, dan bersinergi.

Acara diselingi dengan ISHOMA. Istirahat, Sholat, dan Makan Siang. Setelah itu dilanjutkan materi kembali dari narasumber yaitu pakar/akademisi mengenai “Menggelorakan Semangat Bela Negara Aparat Pemerintah” dan “Dinamika Kelompok” yang dipaparkan dari tim Fasilitator. Pada materi Dinamika Kelompok ini, peserta dibagi dalam beberapa kelompok untuk membahas isu-isu terkait yang berhubungan dengan identitas negara. Panitia menyediakan berbagai material seperti spidol warna, koran, karton, serta lem sebagai media dalam menuangkan ide kreatif dari masing-masing isu yang diangkat. Kemudian setelah semua kelompok menyelesaikan karyanya masing-masing, barulah dipresentasikan serta didiskusikan dengan kelompok lainnya. Yel-yel serta jargon dari tiap-tiap kelompok pun terdengar menggema, memenuhi meeting room hotel Acacia.

       Dari kesemua materi, peserta dapat menyimpulkan bahwa urgensi dari peningkatan ketahanan nasional dalam bentuk bela negara sangat diperlukan tidak hanya bagi aparat negara, namun juga seluruh masyarakat yang meliputi tokoh agama, LSM, LNL, mahasiswa, dan seluruh lapisan masyarakat dari dan hingga pelosok negeri. Sebagai warga negara yang baik, kita harus ikut melaksanakan ketertiban dunia sesuai dengan UUD 1945 yang natinya akan menghasilkan kesejahteraan, kemakmuran, serta pengamalan Pancasila yang menyumbang potensi negeri dalam tercapainya tujuan dan cita-cita Indonesia.

Setelah materi terakhir ini selesai dengan terhasilkannya pemikiran-pemikiran yang lebih kuat mengenai ketahanan nasional, acara penutupan siap dilaksanakan.

***


#Latepost

Rawamangun, 09 Desember 2014

Lampiran:

Camera 360
Suasana Meeting Room Hotel Acacia pada Seminar Bela Negara Bagi Ormas, LSM, LNL, se-Jabodetabek
Camera 360
Salah satu karya ditengah seminar 🙂
Camera 360
Nur Muhammad (FIS-UNJ), Rahmat, dan Rizky (FE-UNJ)
Camera 360
Kelakuan. Eksis di Lift

    Camera 360Camera 360 Camera 360 Camera 360Camera 360 Camera 360 Camera 360 Camera 360 Camera 360 Camera 360

Advertisements