Lulus UN
Sorak sorai Kelulusan UN SMAN 7

Dear adik-adik khususnya kelas XII SMA/K/MAN, kali ini saya akan membagikan sedikit pengalaman atas permintaan beberapa orang khususnya dari SMAN 1 Cinangka, SMKN 9 Jakarta, dan Pondok Pesantren Fazrul Karim mengenai kenapa kita harus kuliah?

Oke, saya akan membagikan pandangan saya terlebih karena saya banyak menemukan kegalauan yang terjadi pada kelas XII yang sebentar lagi akan menghadapi UN a.k.a Ujian Nasional. Tenang.. Tidak usah risau dan galau, adik-adik pasti lulus. Ya. Pasti, asal dengan usaha yang sesuai. Jika ingin lulus dengan nilai pas-pasan dan sekadar lulus ya belajarnya juga pas-pasan, tapi jika ingin lulus dengan nilai spesial, ya belajarnya juga harus lebih ekstra. Rajin belajar, selalu hadir dalam Pendalaman Materi (PM) atau mengikuti Bimbingan Belajar. Tuhan MAHA ADIL. Siapa yang berjuang dan bersungguh-sungguh, pasti dia akan sukses, percayalah.

Saya berharap adik-adik yang membaca tulisan ini nantinya akan semakin termotivasi, percaya diri, dan puas dengan hasil yang diraih. Karena tiga tahun yang lalu saya juga merasakan bagaimana rasanya di posisi kalian. Di posisi yang dihadapkan pada kegalauan yang sangat, bukan hanya pada UN-nya, tapi juga ingin kemana saya selepas UN? Kerja-kah? Kuliah-kah? Atau menikah?? Nah, disinilah posisi saya waktu itu berada. Posisi seorang siswa lelaki yang dihadapkan pada persimpangan jalan, dan akan sangat menyedihkan bila nantinya saya memilih jalan yang tidak saya harapkan. Dan saya ingin adik-adik semua memilih jalan yang membuat kalian bahagia, jalan yang seharusnya kalian pilih. Saya berharap apapun pilihan kalian, semuanya sudah dipikirkan matang-matang, penuh pertimbangan, konsekuen, serta tanggung jawab penuh dan utuh. Hehe.

Kuliah?

“Ah, saya tidak yakin”. Pikir saya waktu itu. Ya, selepas UN memang ada keinginan untuk kuliah, tapi melihat kenyataan bahwa saya orang yang biasa-biasa saja, ekonomi keluarga pun pas-pasan, saya tidak berani bermimpi untuk kuliah. Sampai pada akhirnya, guru BK di SMK saya menawari program beasiswa bernama Bidik Misi. Ini salah satu kesempatan untuk anak-anak berprestasi dalam mengenyam pendidikan di perguruan tinggi dengan gratis. Teman-teman saya berbondong-bondong ikut program ini, mendaftar pada guru BK, dan berharap dapat diterima di Perguruan Tinggi dengan Bidik Misi.

Waktu itu, saya masih belum bergeming. Dalam pikiran saya, saya harus segera bekerja. Pokoknya saya harus bekerja dulu, baru memikirkan kuliah. Namun entah mendapat semangat darimana, saya ingin mencoba. Tiada salahnya bukan? Kalau berhasil berarti ini sudah jalan saya, jika tidak berhasil yasudah, berarti Tuhan punya rencana lain. Terlebih guru-guru dan teman-teman juga mendukung.

Singkat cerita, saya pun mendaftar Bidik Misi setelah itu mendaftar SNMPTN Undangan. Mendaftarnya tidak sulit kok, semudah membuat email dan mendaftar Facebook. Saya yakin adik-adik pasti bisa. Hanya saja ada beberapa bagian yang harus memerlukan bantuan sekolah. Tapi percayalah, Tuhan MAHA ADIL. Siapa yang bersungguh-sungguh, pasti berhasil. Nanti akan saya buat post khusus tentang Bidik Misi, SNMPTN, serta ulasan jurusan-jurusan di kampus yang ingin kalian pilih . Tunggu ya.

Selepas Ujian Nasional, tidak ada kegiatan apa-apa di sekolah. Hanya perekrutan-perekrutan dari perusahaan yang membutuhkan karyawan fresh graduate. Mengisi waktu luang menunggu pengumuman UN dan SNMPTN Undangan, saya coba-coba mengikuti seleksi masuk kerja disalah satu perusahaan yang bergerak di bidang hiburan. Letaknya di Pantai Indah Kapuk, tempat hiburan air yang sudah cukup terkenal di Jakarta. Alhamdulillah, saya lolos seleksi dan diterima kerja diposisi crew food and beverage. Jobdesknya mudah, hanya mengantar makanan dan minuman serta incharge ketika perusahaan mengadakan event. Gajinya cukup lumayanlah untuk lulusan SMK.

Tiga bulan berlalu, akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu tiba. Pengumuman UN hari ini serempak dilaksanakan pukul 10 pagi. Halaman sekolah penuh sesak oleh ratusan siswa kelas XII yang tidak sabar mengetahui hasil perjuangan mereka selama tiga tahun. Tak terkecuali saya, jantung berdegup kencang, pikiran tidak karuan, dan semuanya sulit diungkapkan. Dan… Alhamdulillah, kami semua lulus 100% dan tidak hanya itu, saya pribadi juga sangat bahagia karena mendapatkan nilai paling tinggi di jurusan.

Untuk merayakan kelulusan, saya bersama teman-teman melakukan aksi corat-coret. Tapi tenang, hanya baju saja kok yang dicorat-coret, jangan merusak fasilitas dan sarana umum lainnya ya, karena sekolah melarang.
Usai merayakan kelulusan, pukul 15.00 saya pulang kerumah dan mengganti pakaian untuk bersiap menuju ke tempat kerja. Sempat terbesit dalam benak, mudah-mudahan Pengumuman SNMPTN Undangan juga menunjukan hasil yang baik. Doa saya sebelum kerja.

Pukul 23.00, sepulang kerja saya melihat pengumuman SNMPTN Undangan di Website: snmptn.ac.id, seketika tenggorokan nyaris tercekat. Alhamdulillah, puji syukur Allah yang telah melimpahkan segala keberkahannya hari ini. Saya lulus seleksi SNMPTN Undangan jalur Bidik Misi dan diterima di Universitas Negeri Jakarta, Fakultas Ekonomi.
Esoknya, dengan hati yang berbunga-bunga saya kembali ke tempat kerja. Namun saya tidak memakai seragam kerja. Saya hanya ingin mengatakan sesuatu pada bapak manajer.

“Pak mulai hari ini saya pamit tidak bekerja disini lagi, terimakasih telah menerima saya disini. Tiga bulan bekerja disini banyak memberikan pengalaman bagi saya. Alhamdulillah Pak, saya dapat beasiswa dan diterima di Universitas Negeri, saya bisa kuliah Pak…”


Jakarta, 27 Januari 2015
Kisah ini saya tulis kembali untuk adik-adik kelas XII. Semangaat!
Nb: -Pendaftaran SNMPTN 2015 dibuka tanggal 13 Februari 2015, di http://www.snmptn.ac.id
-Pendaftaran Bidik Misi 2015 dibuka tanggal 5 Januari – 01 Mei 2015, di http://www.bidikmisi.dikti.go.id

Advertisements