Ada secuil memori yang tertinggal dibalik lagu yang menurutku cukup romantis ini. Di penghujung tahun 2015, tepatnya bulan November, aku mengikuti sebuah ajang pemilihan pemuda peduli literasi tingkat povinsi yaitu Abang None Buku DKI Jakarta 2015. Dalam pemilihan Duta baca ini, nantinya kami diharapkan dapat menjadi agen of change dalam menebarkan semangat gemar membaca khususnya kepada anak-anak di wilayah Jakarta. Acara yang digawangi oleh BPAD (Badan Perspustakaan Arsip Daerah) DKI Jakarta ini telah berjalan rutin tiap tahunnya sedari tahun 2006.

Setelah beberapa bulan sebelumnya dinyatakan sebagai pemenang Harapan 1 tingkat wilayah Jakarta Timur, secara otomatis aku yang termasuk ke dalam lima besar tingkat wilayah harus mewakili Jakarta Timur di jenjang provinsi.

Segala bentuk persiapan guna menampilkan yang terbaik dalam Grand Final Abang None Buku DKI Jakarta yang rencananya akan di laksanakan di Aula Sasono Langgen Budoyo TMII. Mulai dari persiapan di wilayah, audiensi dengan bapak walikota Jakarta Timur (Bambang Musyawardana), serah terima, materi keperpustakaan dan keilimuan literasi, latihan tari, serta latihan question and answer (QnA).

Kami ber-5 pasang (kontingen Jakarta Timur), terdiri dari 10 orang yaitu Abang Rio Rizki (Mahasiswa Fakultas Tenik Universitas Esa Unggul), None Maira Sashi (Siswi SMA Labschool Jakarta), Abang Ananda Rizky (Siswa SMA Angkasa 2), None Riza (Mahasiswi Akuntansi UNJ), Abang Andrew Ebeneizer (Mahasiswa FKM-UI), None Arline (Mahasiswi Sosiologi UNJ), Aku, None Ilen (Siswi SMK Jaya Wisata 2), Abang Fajar (Siswa SMA 104 Jakarta) dan None Tyas (Mahasiswi Sastra Inggris UI).

Kami berlatih dengan peserta lain dari masing-masing wilayah dan total berjumlah 59 orang (karena salah satu peserta dari Kabupaten Kepulauan Seribu mengundurkan diri). Perpumda Cikini yang terletak dalam satu komplek Taman Ismail Marzuki dan Planetarium menjadi tempat latihan kami dalam mempersiapkan malam Grand Final.

Pada masa-masa itulah segala kenangan tercipta. Ada banyak warna-warni yang menghiasi prosesi latihan kami. Jujur, setidaknya masa muda yang seru pernah aku rasakan dalam proses karantina ini.

Pada saat penentuan pasangan (sesuai tinggi badan), aku berkesempatan menjadi Abang dari None Zikra Maharani (Siswi SMAN 68 Jakarta). Zikra gadis yang lucu, agak kalem, namun seru untuk diajak bertukar pikiran. Kami sering melakukan hal-hal konyol terlebih ketika latihan parade, QnA, maupun bercengkrama disela-sela latihan. Pada saat latihan parade inilah, lagu berjudul Lost dari Michael Buble selalu menjadi backsound yang fenomenal. Musiknya bernuansa mendayu dan romantis, sangat pas ketika kami berjalan cathwalk unjuk gigi didepan penonton nantinya.

Beberapa hari sebelum serah terima dengan Bu Kepala Badan (Ibu Tiniah), kontingen dari Kabupaten Kepulauan Seribu tiba di Jakarta. Ternyata aku harus berpisah dengan Noneku, Zikra. Karena pasangan Abang-None kembali dirombak kembali dengan hadirnya kontingan Kepulauan Seribu.

Alhasil, aku bertemu pasangan None yang baru, yaitu Helen Wangsa. Ah, aku semakin minder berpasangan dengan None satu ini. Selain ia adalah seorang ballerina (penari balet) ia juga seorang mahasiswi UPH jurusan Desain Komunikasi Visual dengan full scholarship! Aku merasa beruntung sekali berpasangan dengan Helen, si angsa cantik dengan wajah oriental menggemaskan.

Menjelang GF, kami menginap satu malam di Desa Wisata, TMII. Banyak sekali hal-hal yang kami lakukan disana. Mengharu biru karena sebentar lagi kami akan berpisah dan entah akan bertemu lagi atau tidak. Ya biasa, selepas GF, pasti banyak yeng merasa tidak lagi perlu untuk ikut kegiatan IKANOBU. Terlebih bagi mereka yang tidak menang. Oke, fokus to GF kami mempersiapkan segala sesuatunya semaksimal mungkin. Gladi resik di tempat GF, touch up, sampai mempersiapkan kostum, kami lakukan dengan seksama. Ah betapa jantung berdegup kencang kala kami harus menari Tarian unik menggunakan property sapu. Tarian ini diajarkan langsung oleh kak Ayi dan salah satu temannya yang membantu. Dan dalam tari, aku berpasangan dengan None Laras dari LSPR (London School of Public Relation).

Acara GF malam itu sunguh meriah. Aku berhasil menjadi Abang Buku Persahabatan DKI Jakarta tahun 2015. Walaupun tidak sempat masuk kedalam 15 besar, namun pencapaian ini adalah yang terbaik dan aku mensyukurinya. Terimakasih semuanya, khususnya teman-teman yang telah datang mendukung langsung, teman-teman yang telah like foto di Instagram dan Line. Ah rasanya lega. Cause babe you’re not lose………

Life to read, read for life!

12784338_1690646644539513_1855372024_n12787133_1690646674539510_1833139355_o12787557_1690646654539512_1887697463_o

Life to read, read for life! Betapa hidup akan terus bermakna dengan pencapaian mimpi demi mimpi !

Advertisements