Teruslah berkarya. Tak peduli orang bilang apa. Teruslah berjalan, kalau perlu berlari, menggapai mimpi. Suatu hari percayalah, akan ada orang-orang yang menyesal karena sempat menganggap dirimu remeh

Sesuai janjiku pada postingan  sebelumnya yakni 10 Days In Bangkok Part 1. Maaf jika jedanya terlalu lama. Kali ini akan kusuguhkan beberapa baris rajutan aksara mengenai kegiatan-kegiatan apa saja yang yang telah kulakukan selama program AUSA (ASEAN University Student Assembly) 2015. Happy stalking!

11054509_824496154292130_5611220537510245437_o

Monday, April 06th 2015

Aku terbangun usai tidur kembali seusai shalat subuh. Mataku mengernyit berkali-kali. Ini dimana? Lupa. Ternyata aku masih di Bangkok, syukurlah. Donira, roomate-ku dari Kamboja terdengar sedang mandi. Aku menyibak selimut tebal, turun dari tempat tidur yang super empuk, kakiku menginjak lantai-lantai yang agak dingin. Aku membungkuk, memberesken selimut dan bantal. Ya, kebiasaan di asramaku ketika di Jakarta. Bangun tidur harus meninggalkan tempat tidur dalam keadaan rapi. Setelah itu, aku beranjak menuju balkon. Sambil menunggu Donira mandi, mungkin tiada salahnya melihat suasana langit Bangkok di pagi hari.

Dengan langkah yang masih terseret dan mata belum terbuka sempurna, aku berusaha membuka pintu kaca menuju balkon. Berkali-kali menguap dan berusaha mengumpulkan nyawa, langkah gontai pertanda aku masih mengantuk. Ketika pintu kaca itu terbuka, seketika kusibak gorden satin kecoklatan yang tergerai disana. Semilir angin Bangkok pagi hari seketika menampar wajahku. Aroma rerumputan dan angin khas Thailand yang memang sebenarnya tidak jauh berbeda dengan Indonesia, segera tercium semerbak.

Pemandangan Bangkok pagi dari atas lantai 6 CUI-House, penuh dengan gedung-gedung tinggi. Dari kejauhan, di arah selatan terdapat beberapa gedung yang masih dalam tahap pembangunan. Langit yang cukup cerah, dengan dominasi awan-awan putih kecil mirip gulali. Sesekali pandanganku tersita pada burung-burung yang dengan leluasanya terbang kesana-kemari. Di sudut timur, semburat jingga perlahan-lahan mulai menyingsing. Pertanda hari memang akan segera dimulai. Oh Bangkok, tiada pernah aku menyangka dapat mengunjungimu hari ini. Dalam lamunan ketidak-percayaanku,  tetiba Donira memanggil. Ia telah selesai mandi.

IMG_20150408_071732
CUi-House dari lantai 6

***

Seluruh delegasi berhamburan di teracce CUI-House. Satu demi satu berkumpul membentuk barisan sesuai dengan warna team. Aku sendiri berada di Team Merah. Pembukaan akan dilaksanakan di salah satu aula milik Thammasat University. Okay just stay tune!

  • Opening Ceremony at Thammasat University, in ThaPharachan Campus

Ini adalah salah satu prosesi sakral yang dilaksanakan di pagi hari dengan setelan kemeja formal dan berbaris rapi mengisi kursi-kursi pada suatu ruangan seminar. Yaps! Di Thammasat University semua terlihat sangat-sangat bersih. Dan uniknya, mahasiswa/i disini wajib mengenakan seragam layaknya siswa SMA di Indonesia. Okay back to the topic, acara ini dibuka oleh Asst. Prof. Dr. Prinya Thewanrumitkul selaku Vice Rector of Student Affairs and Learning, Thammasat University.

Ini adalah sambutan dari beliau:

“Welcome all of the International Delegates to AUSA 2015. It is great pleasure for us to host coference with Chulalongkorn University. You all are taking a giant step in being the future young leaders of ASEAN. When the proposal for this conference was handed to me, I felt that this could be a great opportunity not only for student of Thammasat University and Chula University but also student all around ASEAN.

This objective of this ASEAN University Student Assembly project is to create a platform where youth from all ASEAN countries can develop their skills, express their concern and learn more about ASEAN community as a whole for the better future and move toward a sustainable goal. This new era of young people leading the world began when you clicked on the application link. You took that chance and now you will create a new future for ASEAN, because as university students, you have the potential to empower all ASEAN countries to move forward together and create a strong connection.

I do hope that all the delegates will have a pleasant experience in Thailand and appreciate every effort that you have done to reach this point. The experience would be beneficial and rewarding to everyone. We will move forward together as ONE ASEAN!

            Begitulah kira-kira. Adapun seusai sambutan dilanjutkan dengan workshop dan seminar mengenai “Light up ASEAN spirit, Molding identity in the ASEAN way” oleh seorang profesor wanita bernama Phasporn Sangasubana, Deputy Director-General  Department of ASEAN Affairs  Ministry of Foreign Affairs. Ini adalah beberapa hasil tanya jawab dengan beliau.

  • About ASEAN connectivity on an aspect of transportation, transportation is crucial for integration and  development of ASEAN community.  Now there are several means of transportation via land,  rails,  air,  and    These connectivity will help  shape and  develop ASEAN in the future.  For the mainland  ASEAN,  we try to  cooperate through GMS as mechanism.  We have various project s on land. For air, we also have aviation agreement.  For sea, we have a great deal of projects to link  maritime port, for example,  from Myanmar to the Philippines.  However,  the projects on transportations are quite costly so we try to attract our developed partners to help and support our connectivity projects. However these are long-term projects so we hope that within 5 years,  we will have more developed  projects as well as infrastructure ones. These are challenges that we try to overcome.
  • We are not objecting East Timor to be a member of ASEAN, but it has to be at the right time.  East Timor is still a study case for ASEAN. Certain issue such as economic development of East Timor has to  reach a certain level in order to be included  in ASEAN community. However,  for other countries outside the region,  we do not have ideas to include them as a member except for East Timor,  which is still a study case, but we would  cooperate with them as dialogue countries.
  • In the present, we are facing with the rising of China,  the rebalancing of US, and the new policy of Japan. China is a very good friend  of Thailand,  and Thailand  uses this closeness of friendship  to negotiate with China in all levels.  We see each other as partners. ASEAN can use Thai-Chinese relationship  as a model to cooperate with the rise of China,  without letting it affect our position.  However, we are still much influenced  by China regarding national position. We should  differentiate national position and ASEAN position.

Usai opening ceremony dan workshop disertai seminar, seluruh peserta mendapatkan souvenir tanda selamat datang berupa cangkir berukirkan nama program kegiatan dan atributnya, yaitu AUSA, Bangkok 2015.

  • Campus Tour at Thammasat University

Ini adalah salah satu yang ditunggu, yaitu kampus tour. Dimana seluruh peserta dibagi ke dalam beberapa partai yang terdiri dari beberapa kelompok untuk mengikuti kampus tour ini. Kemudian dipandu oleh crew yang nantinya bertindak sebagai moderator atau guide. Adalah Stang (Chattarin Inkong) dan Mint (Lipikar S) yang menjadi pemandu dalam team 1.

Thammasat University siang itu, cukup panas. Bangunan-bangunan penting yang kami kunjungi antara lain Dome Building, yang merupakan simbol dari Thammasat University. Tampak dari depan, bangunan ini mirip rumah joglo namun agak modern. Bagian atapnya berundak lancip mirip seperti casteel disertai bendera Thailand di puncaknya. Di depan Dome Building ini terdapat sebuah patung seorang bapak-bapak sedang duduk di sebuah kursi dan mengenakan jubah. Ya, Mr. Pridi Banomyong (1938). Seseorang yang berpengaruh dalam mengubah sistem absolute monarchy in Thailand menjadi a constitutional monarchy. Seluruh delegasi sempat bernarsis ria di bangunan bersejarah ini.

Dome Building Thammasat

Di sisi lain ada The Bhodhi Court. Layaknya sebuah situs yang sudah bertahun-tahun ada dan dipercaya sebagai suatu simbol yang harus dijaga. Terdapat sebuah pohon tinggi (seperti pohon beringin) yang ujung pangkal batangnya diliputi puluhan selendang (kain) berwarna-warni. Ini merupakan keberagaman di Thailand. Ada kepercayaan bahwa keberagaman ini harus dihormati, dan hidup berdampingan dengan damai.

TheBhodhiCourt

Kemudian, kami kembali ke The Pridi Banomyong Court, dan menuju The Thammasat University Messacre or Messacre of 6th October yang merupakan suatu simbol terjadinya demonstrasi besar oleh beberapa mahasiswa kampus di tahun 1976.

Di akhir tour campus, kami mengunjungi The Ancient Wall – Artillery-Sanamluang Gate. Semacam meriam guna pengamanan istana yang ada di gerbang (gate). Terdapat tepat di pagar menghadap luar. Sejak tahun 1984, ada 9 meriam yang diletakkan disini.

The-Ancient-Wall-Artillery-Sanamluang-Gate

Usai campus tour, kami menyantap makan siang di kantin TU (Thammasat University) tepatnya di Faculty of Law. Menu makan siangnya kalau tidak salah Spicy Chicken with Tom Yum Sauce. Sebuah ayam goreng tepung yang dilumuri saus kental pedas-asam. Ada kecap ikannya juga disertai irisan cabai merah berbentuk pipih dengan biji-bijinya yang menggoda.

Satu hal lagi yang luar biasa dan kagum, Thammasat University memiliki minuman kemasan sendiri. Ini adalah suatu pembuktian bahwa kampus ini memiliki sistem yang bagus. Sampai minuman kemasan dan beberapa produk kemasan lainnya dipastikan memiliki kualitas yang baik karena khusus di produksi untuk dikonsumsi sendiri. Salut!

IMG_20150410_134707
Mateen, Sakib, Aung, Akbar, and Me

Usai makan siang, kami para delegasi muslim diberikan waktu untuk shalat. Syukurlah, panitia sangat toleran dan menghargai perbedaan agama. Ada sekitar sembilan (9) delegasi muslim. Kebanyakan dari Indonesia dan Brunei Darussalam. Sisahnya Malaysia, Bangladesh, dan Myanmar.

Kami memasuki sebuah ruangan dekat kantin. Oh, ini kecil sekali. Seperti gudang. Maklum, disini Islam termasuk agama minoritas. Mayoritas adalah Budha. Tapi kami tetap bersyukur karena masih bisa ibadah. Temanku dari Brunei, Mateen Bolkini namanya, selalu membuat lelucon dan kekocakan. He is funny boy and always make jokes for us, with melayu aksen and fake mimic face. Haha. Miss this moment so much.

***

Usai ISHOMA. Ternyata agenda belum usai. Ada satu lagi, yaitu CU and TU debate. Wow its so exiting because can show about our english skill and ability to listen, speack, and analyze. Materi yang dikaji adalah mengenai kebebasan dan upaya pemerintah dalam menanggapi domokrasi itu sendiri. Ini salah satu upaya brainstorm dalam menanggapi masalah yang ada di ASEAN dari 5 aspect yaitu Ekonomi, Politik, Pendidikan, Environment, dan Diskriminasi. Usai debate, diskusi antar kelompok inti dimulai. Kami memaparkan pandangan kami baik dari segi citizen maupun government menyikapai demokrasi. Pemenang dari lomba debate ini adalah Chula University. Selamat!

IMG_20150406_141537
Suasana Debate Bahasa Inggris terkait isu-isu pada ranah ASEAN

Next—> 10 Days in Bangkok Part 3

Advertisements