When ‘I’ is replaced by ‘we’, illness becomes wellness.

-Shannon L. Alder

Tuesday, April 07th 2015

Kami dibagi dalam sepuluh grup, dimana masing-masing grup terdiri dari 8-10 orang yang berasal dari berbagai negara yang berbeda di ASEAN. Aku masuk ke dalam Red Team. Dimana punya suatu tag line penyemangat yaitu “successful!” so kami menyebut grup kami adalah successful team!

10943781_824496304292115_1392236745404721982_o

Okay, aku akan menjelaskan latar belakang anggota Red Team yaitu ada Cesarie Ann Santos (Ces) mahasiswi Program Studi Psikologi, Chulalongkorn University yang berasal dari Filiphina, Natcharida Subtotim (Mew) mahasiswi Fakultas Pendidikan Jurusan English Education Chulalongkorn University, Juntira Sua-Thuam (Urn/Earl) mahasiswi Thammasat University-Thailand, Irfan Rahman Sakib (Sakib) mahasiswa asal Bangladesh yang menempuh pendidikan di Thammasat University, Dwi Okta Erbina (Dwi) mahasiswi Universitas Padjajaran-Indonesia, Viet Bao Nguyen (Viet/Jason) mahasiswa Hanoi University of Science and Technology-Vietnam, Long Somony (Udom) mahasiswa dan juga seorang biksu dari Zaman University-Cambodia, Wan Nurul Zakirah (Kyra) mahasiswi International Islamic University-Malaysia, and the last is me Surur (Sure) from Universitas Negeri Jakarta-Indonesia. Selain itu successful team juga memiliki mentor atau koordinator dari pihak panitia (liaison) bernama Methika Srichompoo (May) mahasiswi Faculty of Commerce Accountancy Chulalongkorn University dan Surachai Pichitkarnka (Aong) mahasiswa Thammasat University, Thailand. Mereka bertugas seperti LO masing-masing kelompok. Sangat baik dan bertanggung jawab, aku sangat mengagumi cara kerja mereka serta pengabdian dan tanggung jawab yang penuh dalam melaksanakan kewajiban sebagai liaison.

  • Lecture on the topic “Inspire ASEAN as one: ASEAN path forward” by lecturer from Department of ASEAN, Ministry of Foreign Affairs

IMG_20150407_115800

Pada kesempatan hari ke-3 AUSA ini, kami para delegasi mendapatkan brain storming dari lecturer from Department of ASEAN, Ministry of Foreign Affairs. Berbeda dengan tempat sebelumnya, kali ini kami menuju kampus yang sama namun berbeda lokasi. Ya, seperti di UNJ sendiri (kampusku) ada kampus A,B,D dan E. Thammasat University selain berada di pusat Kota Bangkok juga ada di Rangsit, kira-kira sekitar tiga jam perjalanan dari pusat kota. Yap, ini adalah kampus Urn Junti, salah satu teman satu teamku di successful team. Dalam perjalanan, aku duduk di samping jendela, bersama Urn sambil sesekali bercengkrama mengenai kehidupan kami di negara masing-masing. Banyak hal atau topic yang kami bicarakan tentunya, seperti religi, adat, hingga favorite song. Urn sangat energik, beberapa kali ia terbahak-bahak dalam bus. Dia bilang, aku sangat lucu. Terlebih ketika berbicara huruf R yang sangat jelas. Haha, Unicorn- (panggilanku untuk Urn, nanti akan kuceritakan kenapa aku memangilnya ‘Unicorn’).

Setelah mendapatkan brain storm di ruang aula, seluruh delegasi diarahkan ke sebuah ruangan masing-masing sesuai topic dan nomor yang didapat. Terdapat sepuluh kelompok dengan tema/topic yang berbeda-beda. Topik yang ada di antaranya: Democracy and Politics, Education, Discrimination, Environment, Human Right, Economy, e.t.c.  Aku mendapat topic Democracy dan Politics. Ya, agak mengerikan memang, karena kurang memahami topic ini. Tapi, just confident to do it. Jika boleh memilih, ingin rasanya masuk kelas Art, Culture, maupun Education.

  • Lecture and workshop “Inspire ASEAN as one: relizing ASEAN”

Di dalam kelas, kami team Democracy and Politics memulai diskusi dengan salah satu professor bernama Prof. Dr. Prinya Thewanrumitkul yang juga selaku Vice Rector of Student Affairs and Learning, Thammasat University. Alumnus salah satu universitas terkemuka di Eropa (kalau tidak salah di Prancis) ini menguasai beberapa bahasa. Beliau menjadi fasilitator yang baik ketika diskusi, dan dari diskusi kelompok tema ini, didapatkan beberapa kesimpulan yang nantinya di bagikan masing-masing dari kami pada kelompok inti. Model ini adalah sistem Jig Show, salah satu model pembelajaran.

  • Brainstorm and workshop “Inspire ASEAN as one: preparing for an ASEAN future”

Setelah ishoma, kami dibagi kedalam tim yang tadinya memiliki tim ahli masing-masing. Jadi, dalam satu tim terdapat perwakilan dari masing-masing topic yang telah dibahas tadi pagi. Aku berkumpul di tim 1 yang notabene adalah orang-orang yang cukup kritis. Kami berdiskusi dengan seru, menuliskan hasilnya dengan seksama, disini aku bertugas sebagai sekretaris dan noluten dari hasil diskusi.

  • ASEAN Cooking

Ini adalah waktu paling spektakuler! Dimana kami berkumpul lagi setelah seharian membahas hal yang serius. Aku kembali ke successfull team yeah! Pada acara ASEAN Cooking ini, masing-masing kelompok mendapatkan bahan-bahan masakan yang telah disediakan, dan alat-alat yang cukup lengkap seperti kompor, panci, spatula, dan segala perabotannya. Sebelum memulai memasak, masing-masing perwakilan team harus bernegosiasi terlebih dahulu untuk mendapatkan bahan masakan yang memadai. Kebetulan dari successfull team aku mendapatkan kesempatan itu. Proses negosiasi dipimpin oleh dua MC Thammasat yang super heboh. Salah satunya bernama grape. Wanita fashionable bermata abu-abu keunguan dan agak sedikit glamour.

IMG_20150407_193922

Riuh dan hingar-bingar selama prosesi lomba masak jelas terasa. Acara kian meledak-ledak tatkala juga diselingi dengan tarian-tarian dari teman-teman Art department. Sungguh luar biasa!

Setelah lomba masak selesai dan seluruh peserta beserta crew juga sudah letih, kami bergegas pulang menuju dorm. Butuh waktu tiga jam perjalanan menuju pusat kota. Aku satu bangku (lagi) dengan Urn. Ketika seluruh delegasi yang lain terpekur karena lelah, kami malah asyik membicarakan ini itu tak bisa tidur. Jalanan kota Bangkok yang temaram, menjadi atmospher yang penuh kesan malam itu. Sesekali tawa renyah, gelak, dan umpatan-umpatan kecil mewarnai perbincangan kami. Sesampainya di dorm, kami lantas ke kamar masing-masing dan berjanji bertemu lagi di taman lantai lima untuk latihan performance art di malam terakhir nanti. Sungguh hari yang cukup berkesan. Selamat malam, Bangkok!

Next—–>10 Days in Bangkok Part 4

Advertisements