Jejak langkah ini akan terus kukenang, membentuk sebuah mimpi yang akan terus kuperjuangkan.

Wednesday, April 08th 2015

Hujan pertama. Hari ini aku merasakan titik-titik air jatuh di tanah Bangkok untuk pertama kalinya. Kunikmati semilir angin berhembus pada balkon sambil menunggu Donira mandi. Semerbak harum petrichor tercium juga. Baguslah, setidaknya mendung lebih baik daripada panas, karena jujur kemarin cuaca Bangkok sangat panas, dan kini terasa lebih sejuk.

IMG_20150408_071817
Hujan pertamaku di Bangkok

 

  • Presentation: Topic: “Inspire ASEAN as one: forming our ASEAN model

Kami mempresentasikan hasil diskusi kami kemarin. Aku menjadi speaker kedua setelah Nguyen dari Vietnam. Ada perasaan senang dan bangga dapat mengutarakan pendapat di khalayak umum. Terlebih, kali ini dihadapan kaum-kaum terpelajar se-ASEAN. Jujur agak sedikit minder dan gugup, namun aku melakukannya dengan percaya diri dan berusaha meyakinkan pendapatku serta hasil diskusi yang harus kupaparkan.

IMG_20150408_102804

  • Trip and Rally: Ancient City at Samut Prakarn province

Setelah sesi presentasi dari masing-masing kelompok diskusi usai, selanjutnya adalah sesi trip and rally dimana kami satu team harus mengerahkan kekompakan dan kesatuan kami dalam memecahkan semua games. Games yang disuguhkan dari panitia sangat bervariatif, dimulai dengan photo hunting, bersepeda mengelilingi perkomplekan ancient city, battle of language, tebak-tebak kuis dengan kekompakan team, dan masih banyak lagi. Disini, hujan turun cukup deras, angin sungguh kencang, dan kami masih terbahak-bahak menikmati indahnya persahabatan tanpa membeda-bedakan latar belakang. I Love you full successful team!

Di sela-sela kegiatan, muslem delegates juga menyempatkan untuk shalat berjamaah pada sebuah mushola yang cukup unik, letaknya disudut komplek, mengapung di atas sebuah danau kecil. Mirip rumah-rumah Jepang yang biasanya dijadikan tempat untuk spa dan yoga.


Malamnya, usai trip and rally di Samut Prakarn province aku bersama beberapa teman dari successfull team (Urn, Viet and Mew) mengunjungi Siam Mall. Di Siam Mall, kami bertemu dengan Ter. Ia sudah tidak lagi ikut rangkaian acara AUSA. Katanya, dia di diskualifikasi entah apa alasannya. Kami menentukan pilihan pada Wendys Ice Cream, mengabadikan momen dengan ceria, dan berjalan-jalan suka-cita sepanjang jalanan kota Bangkok tepatnya dekat National Stadium menuju ke  CUI-House. Disana juga ternyata ada pasar tumpah mirip pinggiran Citraland Mall di bilangan jelambar Jakarta Barat. Sungguh malam yang tidak terlupakan. Aku merindukan malam ini.

 

Thursday, 09th 2015

Good morning Bangkok! Hari ini cuaca diperkirakan panas sepanjang hari. Waktu yang tepat karena perjalanan hari ini diisi dengan kunjungan ke tempat-tempat wisata yang ada di ibukota Thailand ini, yeah I ready to discovered Bangkok!

  • Grand Palace, Bangkok

Ini adalah tempat paling fenomenal sekaligus menjadi turning of point karena merupakan ikon kota Bangkok. Sering disebut juga ‘The Emerald Budha’. Ini adalah kompleks kerajaan yang berupa kuil-kuil pindahan dari tempat sebelumnya. King Rama yang memindahkan, kalau tidak salah karena letak sebelumnya yang kurang strategis karena sulit dijangkau oleh para turis.

Kurangnya penghijauan, suasana yang cukup panas, dan udara yang kurang sejuk sebenarnya menjadi salah satu kekurangan dari Grand Palace, tapi untungnya di dalam terdapat kantin yang cukup membantu menghilangkan rasa panas dan dahaga. Yaps! Es kelapa muda, thai tea, dan berbagai soft drink mampu meluluhkan suasana menjadi segar seketika! Aku bersama successful team menikmati Grand Palace dari satu kuil ke kuil lainnya, dipandu seorang tour guide asli Thailand yang sangat fasih berbahasa Inggris. Momen demi momen terabadikan disini, penuh suka cita. Banyak pula turis asing lainnya (mayoritas dari China) yang datang berbodong-bondong kesini, suasana yang crowded menjadi cri khas tersediri di kompleks kuil budha terbesar di Bangkok ini.

 

  • Museum Siam

Ini adalah salah satu museum terseru yang pernah kukunjungi. Siam memang menyuguhkan informasi mengenai pengetahuan tentang sejarah Bangkok dengan unik. Disini aku belajar bahwa museum memiliki peranan penting khususnya bagi generasi-generasi muda untuk memahami sejarah bagaimana suatu peradaban terbentuk serta membuka wawasan tentang hal-hal yang patut untuk dilestarikan. Masukan pula untuk mesum-museum di Indonesia, khususnya di Jakarta.

Mungkin Siam bukanlah museum terbaik di dunia, namun museum ini perlu dijadikan acuan agar museum menjadi tempat yang asyik, menjadi tempat yang layak untuk dikunjungi khususnya bagi generasi-generasi muda agar bisa mempelajari hal-hal menarik dengan cara yang menyenangkan.

  • Asiatique

Tempat paling romantis di Bangkok ini terletak tepat di pinggir sungai. Kami menuju kesana dengan perahu-perahu kecil berwarna oranye.

DSC_0584DSC_0558

Disini sangat syahdu, dimana kami memiliki waktu bebas untuk berjalan-jalan, memilih oleh-oleh, makan malam dibawah temaram rembulan dan komedi putar yang ikonik. Aku, Viet, Urn, dan Ces mengabadikan momen di tepi sungai Asiatique senja itu sebelum akhirnya kita sama-sama belanja dan makan malam. Tak lupa, Urn juga memilihkan simbol passport berbentuk Unicorn di tempat ini. Inilah mengapa sejak saat itu aku memanggil Urn dengan sebutan istimewa, yakni ‘Unicorn’! Malam ini kami makan malam dibawah atap langit yang temaram, di samping beberapa kedai jajanan murah yang menggugah selera. Tapi hati-hati karena banyak yang tidak halal. Derai tawa yang tercipta seakan menggambarkan betapa persahabatan antar berbagai negara nyatanya tercipta begitu saja, mengalir, dan menyentuh.

DSC_0637

 

Friday, 10th 2015

Jumat yang cerah. Diawali dengan kampus tour di Chulalongkorn University, dan Jumat siang ini kurasa ada yang berbeda. Yaps, shalat jumat di negeri yang minoritas muslim memang memiliki kesan tersendiri. Bayangkan, kami para delegasi muslim begitu merasa susahnya menemukan masjid. Bertanya sana-sini, lari sana-sini mengejar waktu, menaiki tangga gedung yang tinggi, dan akhirnya sampai juga di sebuah ruangan yang dialih fungsikan untuk masjid sementara waktu.

Banyak juga muslim yang kuliah di Chulalongkorn University, ditandai dengan sekretariat muslim yang kukunjungi seusai solat jumat, dan perkumpulan muslim Chula. Aku bertemu dengan Muqlis Usmaniyah (Azmy) yang juga menjadi khotib shalat jumat siang itu, dan Waranon Salam (Burhan) sepupu Azmy, dua mahasiswa muslim Chula jurusan teknik elektro. Dan aku tak menyangka bahwa mereka adalah asli warga Thailand. Sulit dipercaya, bahwa setelah kutanya lebih dalam tentang tempat/ruangan apa yang tadi dialih fungsikan sebagai masjid untuk solat jumat? Jawaban mereka sungguh mencengangkan bahwa tadi adalah ruangan yang biasanya digunakan untuk berlatih ballet. Aku merasa, betapa beruntungnya tinggal di negara yang mayoritasnya memang muslim, tiada kesulitan untuk beribadah seperti yang dirasakan oleh teman-teman di Chula University ini. Bahkan yang membuat hati ini terharu, sebagian muslim Chula sangat sedih ketika mendengar lantunan adzan walau hanya lewat mp3 karena tidak pernah mendengar kumandang adzan langsung. Mari saling mendoakan sesama semoga selalu istiqomah di jalan-Nya. Amiin.

  • Campus tour at Chulalongkorn University

Baik Chula maupun Thammasat University, keduanya memiliki keunikan tersendiri. Namun aku agak lebih tertarik dengan Chula, karena suasana komplek pendidikannya yang teratur, kondusif, dan memiliki penghiajauan yang baik. Sangat pantas disebut sebagai lokasi pendidikan taerbaik di Bangkok.

  • Closing Ceremony “ASEAN, lighten up: ASEAN, inspired”

Setelah campus tour, kami seuluruh delegates memasuki sebuah aula tempat dimana kala itu dijadikan tempat pembukaan AUSA. Pembagian cindera mata berupa sertifikat dan lain-lain oleh president of international Affair of Chula menjadi sebuah moment istimewa untuk seluruh delegates. Tak lupa, aku punya seorang soulmate yang harus dijaga, bernama Piggy. Namun di hari kedua ia sudah tidak mengikuti rangkaian acara karena harus pergi ke Singapore untuk mengikuti kegiatan exchange forum serupa. Dan soulmate yang harus menjagaku adalah Candy, perempuan manis dari Cambodia yang selalu memberikanku kejutan demi kejutan. Terakhir, ia membelikanku gelang Chula dan snack-snack yang membuatku penasaran. Pada malam perpisahaan, ia menghampiriku dan mengatakan bahwa ia adalah soulmateku selama ini yang memberiku banyak kejutan. Terimakasih banyak Candy.

11146305_1580245695579609_2837202724912546592_n

  • Farewell Party: National Costume.

Aku memakai pakaian adat jawa lengkap dengan blankon dan kain cariknya. Sungguh pengalaman yang berharga dapat memakai batik sebagai simbol bangsa pada acara di tingkat ASEAN. Seluruh delegasi juga mempresentasikan performance nya dengan baik. Kami successful team sukses menghibur penonton dengan tarian ABC Thailand yang kami combain dari tarian berbagai negara, ditutup dengan ASEAN as One! Yeah!!

10347409_10203744121873979_4635648266923446802_n

Malam yang sangat berkesan dan ditutup dengan pesta perpisahan. Mengharu-biru karena esok pagi kami akan kembali ke negara masing-masing. Jangan lupakan hari ini kawan-kawan. Percayalah, suatu saat entah dimana, jika takdir mengizinkan, kita akan bertemu kembali.

IMG_21241745597734

 

Saturday, 11th 2015

Aku bangun pagi dengan agak malas-malasan. Tak terasa ini adalah hari terakhirku di CUI-House. Siang ini kami para delegasi diperkenankan chek out. Aku berkemas-kemas, memilah souvenir-souvenir cantik dari delegate lain, kemudian menikmati saat terakhirku di balkon kamar 0639. Donira, roomate-ku juga bercerita bahwa ia akan extend di Bangkok, ia sudah menghubungi temannya yang tinggal di Bangkok.

Pagi-pagi, Urn mengajakku untuk sarapan. Ia menghubungiku lewat LINE. Aku turun ke bawah dengan kaos hitam bertajuk ‘My Campuss: State University of Jakarta yang ku beli di Economart kala aku tugas praktik kewirausahaan pada semester 5 lalu. Di lobby CU-iHouse, selain ada Urn, sudah ada Mirro Neva, Aong, dan May juga. Kami berjalan menyusuri komplek pendidikan tinggi Chula, beberapa toko kaki lima masih tutup. Kami akhirnya menuju ke Kantin Chula. Semuanya memesan bubur, selain aku. Aku membeli makanan halal berupa ayam goreng, minumnya seperti biasa, aku suka Thai Tea. Ini adalah sarapan terakhirku di Chula. Sedih. Gelak tawa tercipta sepanjang kami sarapan. Aong terus menerus meledekku, May, Mirro tertawa juga. Urn yang paling berisik, dan terus menerus menggodaku. Haha. Kalian benar-benar lucu. Aku merindukan Mew juga. Dia yang selalu melindungiku kala ada anjing haha. Mew, gadis negro berwajah afrika yang baik hati. Entah, pagi itu dia dimana.

IMG_20150411_084948

Siangnya, aku, Kak Sun, Jeany, dan Save berjalan-jalan ke Chatucak setelah sebelumnya juga ke suatu floating market, aku lupa namanya. Bersama mereka, aku melihat-lihat banyak hal di Chatucak sambil berbelanja buah tangan. Tak lupa ini juga bertepatan dengan Songkhran Festival yang rutin diadakan di Thailand setiap tahunnya. Air menjadi alat utama dalam festival ini, dimana perang air menjadi sebuah ajang dalam merayakannya. Di jalan-jalan, di pusat perbelanjaan, semuanya merayakan festival Shongkran.

Malamnya, setelah puas berjalan-jalan. Aku pamit pada Kak Sun, mahasiswa dari Indonesia juga yang kuliah di Batam Bisnis School. Aku akan mengunjungi Abi Faruq dan Abi Mehmet di Metro Park Satorn. Perjalanan kira-kira 2 jam dari National Stadium menggunakan BTS. Sedangkan Kak Sun akan berencana makan malam bersama keluarga Save. Selama extend, ia akan tinggal bersama Save.

Good bye CUI-House ! 🙂

 

Advertisements