“Hidup adalah kegelapan jika tanpa hasrat dan keinginan. Dan semua hasrat-keinginan adalah buta, jika tidak disertai pengetahuan. Dan pengetahuan adalah hampa jika tidak diikuti pelajaran. Dan setiap pelajaran akan sia-sia jika tidak disertai cinta”

-Kahlil Gibran

Aku bersyukur karena Tuhan selalu mengirimkan orang-orang hebat dalam hidupku. Melalui mereka, aku belajar banyak tentang berbagai hal. Salah satunya adalah Q.S Squad, ya mereka sukses membuatku mengharu biru dalam pertemuan singkat yang kuharap akan menjadi suatu persahabatan yang panjang.

Tiada alasan apapun untuk tidak berkata nyaman berada dalam barisan ini. Kalian luar biasa. Sebuah kelompok kecil yang menamakan diri sebagai Q.S Squad. Yaps, sebuah himpunan tutor-tutor (yang menganggap diri mereka) gaul, intelek, dan kece- haha becanda- di Quranic School, Cipayung.

Q.S Squad beranggotakan lima orang. Kak Nyimm, Zay, Nafhys, Yogi, dan aku sendiri. Pertengahan September 2016, aku dipertemukan oleh orang-orang luar biasa absurd ini kali pertama pada sebuah lembaga PKBM di bilangan Pasar Baru, Jakarta Pusat.

Pertemuan perdana sore itu, cukup mengesankan. Di lantai tiga sebuah bangunan tinggi menjulang, Ka Nyimm selaku pimpinan PKBM niat sekali menjamu kami dengan berbagai macam jajanan yang telah ia siapkan. Adapun Zay (Mahasiswa Matematika-UI) selaku koordinator Q.S Squad dalam hal ini berperan memanajeri tutor-tutor yang lain, serta ia juga diamanahkan untuk mengajar mata pelajaran Matematika. Adapula Nafhys, mahasiswa jurusan Fisika-UI yang diamanahkan mengajar pelajaran IPA (Fisika dan Biologi), Yogi-mahasiswa Filsafat-UI yang berperan untuk mengajar mata pelajaran IPS dan Kewarganegaraan. Adapun diriku, kedapatan mengajar dua mata pelajaran yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Lembaga ini tidak main-main. Profesionalitas dan loyalitas sangat dicerminkan oleh orang-orang di dalamnya. Aku merasa sangat beruntung berada disini karena dapat belajar banyak dari rekan-rekan sesama tutor.

Pertemuan perdana, aku belajar bahwa segala sesuatu harus direncanakan dengan matang, bekerja dalam sebuah tim harus memutuskan sesuatu melalui kesepakatan bersama, hingga pelajaran ketepatan waktu serta kedisiplinan.

Suara Kak Nyimm menggelar sore itu. Seisi ruangan seolah didominasi oleh penjelasan-penjelasan yang ia lontarkan. Semangat yang luar biasa darinya terpancar dengan baik sehingga menularkan energi positif bagi yang lain. Maklum-lah perempuan 27 tahun ini kini sedang menempuh pendidikan master komunikasinya di Universitas Paramadina setelah sebelumnya telah lulus dari UNJ jurusan Pendidikan Luar Sekolah pada tahun 2011.

Berjam-jam kami membahas teknis kerjasama, MOU, dan peraturan-peraturan terkait sedari siang hingga malam hari. Entah mengapa cepat sekali merasa akrab. Canda-tawa menggelegar memenuhi langit-langit ruangan. Pertemuan perdana ini ditutup dengan makan malam bersama di sebuah kedai. Ya, di Happy Day Restaurant bilangan Juanda, Jakarta Pusat. Kak Nyim ternyata orang yang penuh kejutan. Malam itu aku memesan sayur kepala ikan yang rasanya membuat siapa saja mabuk kepayang.

Ada satu yang lucu, Bang Zay salah pesan menu! Ia memesan burger hitam raksasa dan tak kuasa untuk menghabiskannya. Alhasil, menu yang ia pesan dibagi rata. Haha! Kocak sekali Bang Zay. Si Nafhys maba UI yang rajin sekali karena sempat-sempatnya mengerjakan deadline tugas diatas meja makan sambil menikmati nasi goreng pesanannya. Yogi yang ehmm liberal dan Kak Nyimm yang menggebu-gebu seakan menjadikan suasana meja makan disudut ruangan itu seperti ajang debat internasional dengan pembahasan paling penting di dunia.

photogrid_1474809980613
Q.S Squad First Meet @Happy Day [Doc.Pribadi]
Pukul sebelas malam atau lebih-aku tidak ingat- kami baru pulang. Aku dan Ka Nyimm memesan Grab Bike, sementara UI Squad berjalan menuju St. Juanda. Ah.. benar-benar pertemuan yang berkesan 😉. Sampai jumpa lagi Q.S Squad!

***


“Ilmu itu lebih baik daripada harta, ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) dan harta terhukum. Harta itu akan berkurang jika dibelanjakan tetapi ilmu akan bertambah jika diamalkan.”

-Sayyidina Ali bin Abi Thalib

Aku mencintai pekerjaanku sebagai pengajar. Karena dengan mengamalkan ilmu, ada satu kepuasan tersendiri yang sulit untuk diungkapkan. Beberapa pekan sesudah pertemuan perdana itu, aku dan Kak Nyimm menentukan MCD Arion untuk menjadi tempat bertemu karena ia akan memberiku beberapa berkas terkait pengajaran perdana hari Senin mendatang. Kebetulan, aku adalah pengajar pertama yang bertemu dengan para santri di Quranic School Cipayung.

Di MCD, aku dan Kak Nyimm saling bertukar pendapat. Tak lupa berkali-kali penggemar komik Conan Edogawa itu meminta maaf karena terlambat berpuluh-puluh menit dikarenakan kondisi jalan yang tak memungkinkan. Ia ternyata baru saja berkunjung ke IIBF di JCC yang mana tadi pagi aku juga kesana untuk bertemu atasanku, Bu Helmina terkait keikutsertaan Abang None Buku sebagai panitia tamu dalam event tahunan tersebut. Haha. Memang ada-ada saja, tahu kalau gitu ‘kan bisa saja kita ketemuan disana tanpa harus ke Arion.

Kak Nyimm memergokiku sedang membaca Bliss by Eric Weiner kala ia pertama kali datang. Ternyata ia sudah baca buku itu lebih dulu hingga serial lainnya, salah satunya Genius. Setelah itu kami bercerita panjang lebar tentang buku-buku favorite masing-masing haha. Ternyata Ia juga sempat membaca novel Dee dari serial Supernova KPBJ hingga Elektra. Tak lupa, sebagai permintaan maaf-hmm klise sih- Ka Nyimm menraktirku di MCD. Asyiik.

unnamed-1
Sumber: Danur Book @BukaLapak

Sampai bertemu lagi Kak Nyimm. Terimakasih traktiran dan inspirasinya. Haha. Sukses ya Kak, tak menyangka ternyata dikau punya mimpi ke Netherlands dari dulu. Meski sempat ditolak Erasmus, tapi ia tetap semangat. Kak! Keep fighting! You can do It. 😉

***


Berkata Ibnu ‘Abbas radhiyallaahu ‘anhumaa:

“Barangsiapa yang berusaha mengamalkan ilmu yang telah diketahuinya, maka Allah akan menunjukkan mereka apa yang belum mereka ketahui”

Mengajar di Quranic School Cipayung, adalah sebuah pengalaman berharga. Dimana sudah kujelaskan pada postinganku beberapa waktu lalu, yakni Sepenggal Kisah sebelum Berkelana, aku menikmati setiap proses mengajar dari mulai perjalanan yang penuh dengan petualangan hingga membagikan cangkir-cangkit ilmu ya kuharap dapat bermanfaat bagi santri-santri di Quranic School. Pada saat tulisan ini dibuat, aku punya waktu dua kali pertemuan terakhir sebelum benar-benar mengucapkan ‘selamat tinggal dan sampai bertemu lagi’ kepada mereka.

Namun aku yakin, kedua penggantiku yakni Hermawan (untuk B.Inggris) dan Putro Ari (B.Indonesia) kedepannya akan mampu menjadi tutor yang mungkin lebih baik dariku. Sejatinya, aku tak sanggup mengucapkan kata perpisahan pada mereka, namun aku harus. Disinilah aku belajar untuk bisa meyakinkan orang lain dan juga diriku sendiri bahwa, setiap pertemuan pasti ada perpisahan :’))

photogrid_1478481071880
Santri Quranic School [Dok.Pribadi]

“Every beginning has an end… ‘begin’ and ‘end’ are only words ’till what happened in between about our sad ending. It is about beginning story, it’s about our friendship story.” ^^

-Nyimas Gandasari

Perpisahan selalu datang dengan anggun, diam-diam menyelipkan bongkahan rindu. Dan ternyata aku sudah rindu, bahkan sebelum aku benar-benar pergi…

[Mengutip sedikit dari post-ku beberapa bulan lalu tentang perpisahan juga. Baca: Gadis Kuncir Kuda]

***


Diterimanya aku sebagai salah satu penerima beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke Asia Barat, membuatku bahagia sekaligus bimbang di waktu yang bersamaan. Aku berpikir dalam diam, jika aku pergi ada sebuah perjanjian yang sepertinya akan ku khianati. Sebuah MoU. *😂

Ku putuskan untuk menceritakan rencana keberangkatan pada pihak QS yakni Ust. Arief. Gayung bersambut, ia senang sekali mendengarnya. Bahkan kalau bisa aku diupayakan menjadi jembatan untuk QS dan Yayasan yang kini memberiku kesempatan itu.

Namun aku lupa, harusnya yang pertama kali kukabarkan adalah pihak PKBM. Hmm. Bang Zay atau Kak Nyimm. Karena kupikir Bang Zay terlalu jauh dan kebetulan juga tidak memungkinkan untuk bertemu, akhirnya ku hubungi Kak Nyimm untuk bertemu dan membicarakan soal ini. Kebetulan kediamannya di Layur, sangat dekat dengan Rawamangun.

Pada sebuah sudut di sore hari. Aku bertemu Ka Nyimm di Bakmi Golek. Ketika aku datang, ia sedang mengunyah beberapa helai kwetiaw.

Perbincangan kami dimulai setelah sebelumnya aku memesan makanan dan minuman pada Mbak Waiters. Jujur, aku bingung harus mulai darimana. Mengenal Kak Nyimm yang ‘sometimes’ perfeksionis dan ‘sometimes’ santai badai, membuatku tiada bisa menebak reaksi yang akan ia lontarkan setelah kuutarakan maksud pertemuan ini.

“Januari InshaAllah berangkat….”

Akhirnya kata-kata itu keluar begitu saja dari mulutku. Aku mengerjakan mata berkali-kali sambil menunggu reaksi Ka Nyimm. Namun diluar dugaan, ia malah menanggapi dengan datar.

“Hmm.. sudah kuduga. Ust. Arif sudah cerita. Congrats! Berarti PR kita adalah menemukan penggantimu. Dan, sebagai tanggung jawab haha- Kak Surur bisa cari Pengganti sebelum pergi. Itu aja sih menurutku. Gimana?”

Lega rasanya. Ternyata dugaan-dugaan reaksi yang selama ini kupikirkan tidak terealisasi. Hehe. Terimakasih Kak Nyimm. Sungguh pengertian sekali dirimu.

“Ini sebagai tamparan buatku juga, sih. Alhamdulillah Kak Surur udah bisa go abroad dan pay off mimpinya, aku pengen lanjut ke Netherland tapi belum kesampaian.. iya, ini semacam reminder bagi saya sendiri untuk bangun dan lebih berjuang lagi merealisasikan mimpi saya itu……”

Semangat Kak Nyimm. Dengan segala macam kelebihan yang kau punya saat ini, kurasa tiada alasan bagi penyelenggara beasiswa untuk menolakmu. Usaha, doa, dan ikhtiar itu kuncinya. :’).

Pertemuan ini ditutup dengan diberikannya soal-soal UN dari tahun-tahun sebelumnya kepadaku. Sampai bertemu lagi Kak Nyimm.

Aku menuju asrama, menenteng bungkusan-bungkusan amplop cokelat itu dengan rasa lega. Alhamdulillah.

***


Beberepa minggu berlalu. QS Squad memilih Ropisbak Tebet untuk pertemuan dengan agenda evaluasi pengajaran selama sebulan terakhir.

Drama datang bertumpuk-tumpuk. Dimulai dengan kepundungan Kak Nyimm karena masalah komunikasi sehingga ia mengabarkan ‘kalau sempat ya’ di grup Line. Hingga semua-semuanya kena bagiannya karena punya porsi masing-masing dalam ketidak-beresan berkomunikasi kami.

Bang Zay yang dengan ketidak runtutannya dalam memberikan kepastian masalah waktu, tempat dan agenda untuk bertemu. Nafhys yang kurang percaya diri ketika memberikan pengajaran dan bimbang akan metode, diriku yang harusnya bilang dulu ke pihak PKBM terkait pertemuan di Bakmi Golek. Dan yang terakhir, Yogi yang punya masalah terberat dalam manajemen waktu yang sempat membuat Kak Nyimm panik tingkat dewa.. eh dewi.. hihi.

Disinilah pembelajaran dipetik. Bahwa komunikasi yang efektif sangat krusial dalam suatu tim dan kelompok guna mensukseskan visi dan misi bersama. Terimakasih Kak Nyimm. Duh terima kasih terus ya jadinya hihi. Atas segala wejangan, nasihat, masukan, kritik, dan pelajaran yang senantiasa diberikan pada kami. Terbaik!

Pertemuan di Ropisbak Tebet ditutup dengan diusirnya kami dari kedai tersebut karena masih asyik haha-hihi sementara kedai sudah akan ditutup.

Sebelumnya aku juga punya sesi sendiri terkait rencana keberangkatanku. Ah Yogi! Kau terlalu brilian untuk menebak jawaban yang sama sekali belum terlontar. Sukses buat kalian juga ya. Terimakasih atas doa-doa yang baik. Nafhys! Jangan lupa tahajjud.

Aku dan Kak Nyimm pulang menuju Rawamangun dengan sebuah mobil Avanza. Ya, Grab Car. Plus promo *freeday*. Haha dasar saja Ka Nyimm si perempuan tangguh, ia turun di jalanan Cipinang yang sepi kemudian hilang tanpa jejak-bilangnya sih naik bajaj. Tapi ku gak percaya. Sepertinya dia punya kekuatan mistis dan bisa hilang tiba-tiba ketika mengucapkan sebuah mantra. *Canda.

Selamat malam!

***


Rawamangun, 05 November 2016.

Arion tutup. Satpamnya jutek sekali. Alasannya terkait penjagaan keamanan pasca demo kemarin -katanya-. Ituloh, aksi tanggal 04 November yang sudah kutuliskan sebelumnya disini: Jakarta Dün Hakkında.

Aku, Putro, dan Hermawan pindah ke Sevel Rawamangun terkait titik kumpul sebelum menuju Mix Dinner and Florist, Jl. Raden Saleh, Cikini. Di Sevel kami meneguk beberapa softdrink sambil kujelaskan tentang Q.S. Untuk Putro mungkin sudah sangat sering mendengar perihal tentang QS karena kita satu asrama dan aku sering cerita hal apa saja padanya, namun untuk Hermawan karena berbeda fakultas dan hanya kenal lewat Forum BIDIK Misi UNJ dan Kampung Bidik Misi, aku harus menjelaskannya dari awal sebelum nanti bertemu tim inti QS di Mix Dinner and Florist.

Adzan Maghrib terlantun dari puluhan menara masjid di Rawamangun dan sekitarnya. Matahari diam-diam menenggelamkan diri di ufuk barat. Semburat jingga di Rawamangun sore itu menjadi langit-langit kami dalam menyusuri jalan menuju masjid terdekat untuk shalat Maghrib.

Setelah itu, kami bergegas memesan Grab Car dan jalan menuju Cikini. Dan ah, sempat terjadi ketegangan dengan driver grab karena percakapan kami mengarah pada isu demo kemarin. Kami yang pro harus mengalah karena si driver ternyata dari pihak kontra. Ia mengecam keras tindakan pendemo. Kami hanya bisa diam, mengalah, daripada ribut-ribut dan malah menjadi masalah.

Perasaan kami lega ketika kaki-kaki kami turun dari mobil Avanza hitam itu. Syukurlah sampai dengan selamat. Setelah membayar Grab, kami bergegas masuk ke dalam cafe. Semerbak angin dingin menampar wajah-wajah kami. Duhh sudahlah- ini udah keterlaluan lebaynya hihi- to the point aja.

Oke, sambil menunggu QS Squad yang lain datang, sesuai instruksi Bang Zay dan Kak Nyimm untuk pesan makanan duluan, yasudah kami pesan. Aku memesan Oreo Bakar Float, Hermawan memesan Mie Cabai Rawit (kayaknya- aku lupa), dan Putro memesan Ayam Loreng (duhh apalah-apalah).

Ngobrol ngalor-ngidul, beberapa menit kemudian Kak Nyimm datang! Hmm. Habis wawancara narasumber katanya. Oke obrolan mengalir dari perkenalan, pesan-pesan makanan, dan MoU yang sudah sangat rapi dipersiapkan. Hingga akhirnya UI Squad datang tergopoh-gopoh sambil melontarkan beberapa alibi. Hihi.

Obrolan semakin kacau. Bully demi bully terjadi. Duhh. Tapi obrolan kami sarat akan ilmu pengetahuan yang mana didalamnya terdapat banyak pelajaran. Ada si Yogi calon Filsuf luar angkasa, Ka Nyimm calon Master Komunikasi yang akan segera terbang ke Belanda-amiin, Nafhys dengan segala macam kesolehan dan kepolosannya-uhuk. Bang Zay yang selalu terintimidasi Kak Nyimm-hihi. Aku yang -katanya- selalu mem-bully. Its oke. Duh, dan Hermawan serta Putro yang masih diam-diam saja belum menunjukkan sikap aslinya haha. Maklum pertemuan perdana untuk mereka. Tunggu tanggal mainnya. Wkk

Sepanjang obrolan perutku sakit terkocok-kocok. Entah apa yang membuat kami mampu berlama-lama hanya untuk membahas masalah satu dan yang lain hingga akar-akarnya yang tentunya juga melalui berbagai pendekatan. Duh, secara kami berasal dari disiplin ilmu yang berbeda-beda dan lebih parahnya lagi semuanya ingin menang dan benar! Yap! Hahaha.

Aku menyempatkan memesan sebuah menu unik. Aku tergelitik dengan Mie Mirip. Finally, Mie Mirip Soto Lamongan, yang ternyata gak mirip-mirip amat. Tapi its okay-lah. Gambarnya ada di bawah.

Di akhir pertemuan ada satu hal yang mengharukan! Ternyata mereka sudah merencanakan semuanya untuk melepaskanku. Duhh macam Farewell Party gitulah. Beberapa kado aku terima dengan pilu, ya pilu beneran, soalnya aku gak nyiapin apa-apa buat mereka. Baper sumpah. :’) Makasih ya semuanya.

Atas Buku Geniusnya, dari Kak Nyimm. Kaos kementrian design Indonesia punya yang cool abiss! (ini aku baru sadar pas Ka Nyimm sebelumnya di suatu tengah malem dini hari gak ada petir gak ada hujan tetiba nanya ukuran baju di grup. Duhh…. gak kepikiran banget sumpah, ada aja akalnya^), jam tangan keren bertali cokelat, dan ucapan-ucapan yang kalau di baca bikin-bikin mewek gak udah-udah.

Kalian sungguh baik. Maaf saya belum bisa jadi yang terbaik. Sampai ketemu lagi ya. Sukses semuanya, amiin.

Kalian tak terlupakan, InshaAllah. Wallahualam bis-shawab. :’).

#QSSquad #UI #UNJ #Friendship.

Dan yang terpenting, selamat menempuh UN April mendatang adik-adik sekalian. Kunantikan kabar baik dari kalian 😉.

photogrid_1478519930288

Advertisements