Hujan di bulan November, semilir anginnya membuat gigil siapa saja dan memaksaku untuk mengenang beberapa helai surat-surat penyemangat itu. Dari para santri penghafal Qur’an. Dari para tentara Tuhan. Ya, mereka adalah Jundullah.

Terimakasih telah sukses membuatku terharu sekaligus bahagia dalam satu waktu. Setidaknya melalui surat-surat ini, keberadaanku diantara kalian meski singkat telah mempunyai tempat tersendiri. Aku tak menyangka, adik-adikku yang pendiam dan santun begitu mampu membuat sebuah kesan luar biasa pada seorang pengajar biasa melalui rajutan aksara yang kalian tulis sepenuh hati. Akan kuselipkan ini semua ke dalam memori jangka panjang yang kan ku kenang selalu. InshaAllah.

Sembilan surat yang kuterima di hari perpisahan itu:

img-20161111-wa0023img-20161111-wa0027img-20161111-wa0029img-20161111-wa0003img-20161111-wa0005img-20161111-wa0008img-20161111-wa0010img-20161111-wa0016img-20161111-wa0020

Semoga dapat selalu memotivasi ku dalam setiap aku melangkah menuju esok yang lebih baik 🙂

Advertisements