Bu, Pak, bisakah kita semua berkumpul? Sebentar saja. Merayakan kesederhanaan, dengan sekedar menikmati cangkir-cangkir teh hangat yang asapnya mengepul, pada sebuah rumah kayu di tepi telaga. Ah.. Meskipun hanya mimpi, rasanya aku ingin tertidur lebih lama dan tak ingin pernah terbangun.

Kini kami tinggal di tempat yang berbeda. Terpisah-pisah hingga terasa bingung entah mulai darimana kuceritakan kekacauan ini.

Adalah kedua adik manisku, Susi dan Nabila. Keduanya adalah permata titipan Ibu. Aku bangga, pilu, sekaligus terharu kala mengingat-ingat memori yang pernah terjadi setidaknya sejak Ibu telah pergi untuk menemui sang Khalik sekitar enam tahun yang lalu.

Sore yang hening. Tangisan dari beberapa orang terdengar pecah seusai adzan maghrib, masih terngiang jelas dalam ingatan. Dua anak perempuan dengan tatapan kosong terlihat kebingungan diantara hilir-mudik orang-orang yang berlalu-lalang. Terlalu dini untuk merasa kehilangan, terlalu pagi untuk mengucapkan selamat tinggal, dan terlalu muda untuk menanggung perihnya menjalani hidup tanpa seorang Ibu.

Susi dan Nabila. Keduanya berumur 6 dan 3 tahun ketika menjadi piatu. Wajah-wajah innocent yang tampak kebingungan terlihat jelas. Ah betapa kalian adalah anak-anak yang kuat. Anak-anak langit yang punya jiwa sekuat baja.

Enam tahun berlalu.

Susi kini meneruskan pendidikan agama setelah lulus Sekolah Dasar di Pondok Pesantren Modern Riyadh El-Huda, bilangan Cileungsi, Bogor-Jawa Barat. Sementara Nabila masih menempuh pendidikan dasar di SDN Gandrung Mangu 03, Cilacap, Jawa Tengah.

Aku selalu berharap kepada Tuhan, semoga Susi dan Nabila selalu diberikan kekuatan dan keberkahan dalam hidup. Semoga Allah menjadikan keduanya perempuan yang saliha, bijak, cerdas, dan berbudi pekerti luhur.

Maafkan Aang yang masih banyak kekurangan ini, dalam berusaha menjadi panutan kalian. Maafkan segala khilaf dan ketidaksempurnaan diri ini dalam mencoba untuk membimbing kalian. Namun percayalah, Aang akan selalu melakukan yang terbaik untuk kebahagiaan kalian. InshaAllah. Sebagai bukti ketaatan Aang pada orang tua, menjaga amanah keduanya, karena ridho Allah ada pada ridho orang tua. Semoga keberkahan selalu menyelimuti kita semua. Amiin.

Jadi, Bu… Pak… Kapan kita minum teh sama-sama, lagi? :’)

photogrid_1480291748414
[Atas] Nabila @on the way Sidareja Station, Cilacap [Bawah] Susi @RiyadhElHuda, Bogor, Jawa Barat (doc.pribadi)
Advertisements