Tentang waktu yang terus bergulir

Detik demi detik yang terus berjalan

Secepat Matahari silih berganti datang dan pergi

Cepatlah mengerti, oh larut malam ku. Maksudku, jangan cepat usai. Pahami.

Esok yang sibuk mengajarkanku untuk terus memaksaku meminta padamu..

Jangan cepat berlalu.

Pada dinding-dinding yang dingin.

Selimut yang kusingkap, dan jendela-jendela temaram tertimpa cahaya rembulan.

Hai Dewi Malam, setujukah engkau untuk terus berpijar lebih lama lagi?

Angin malammu yang lembut. Melenakanku. Ku akui, aku mencintai malam. Hening, teratur, dan tiada hingar-bingar.

Seberapapun aku menggilaimu, tetapi tidak dengan kedua bola mata ini. Mereka memaksa kelopaknya untuk tertutup segera.

Sengaja ku persembahkan foto kala aku tengah tersenyum bangga di negeri nun jauh disana. Meski dengan kacamata hitam, namun bola mataku terus berbinar.

Aku ingin terus berbinar.

Sampai suatu saat nanti, binar itu redup pada waktu yang tepat, pada keadaan yang sempurna. Khusnul Khatimah inshaAllah. Amiin.

img_20161213_002321
@Grand Palace, Bangkok [Doc. Pribadi]
Sumber future image: loveinglass.wordpress.com

Advertisements