“Semua Mimpimu Akan Terwujud Asalkan Kamu Punya Keberanian Untuk Mengejarnya.”

Walt Disney

Part 2 #Singapore

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu tiba. Setelah sehari sebelumnya aku disibukkan dengan jadwal mengawas selaku BPM FE untuk PKMF (Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa tingkat Fakultas) di Cisarua (Bogor). Selain itu fokusku pun terbagi-bagi karena sidang PKL (Praktik Kerja Lapangan) yang selalu diundur-undur, namun akhirnya semuanya berjalan dengan lancar dan aku dapat bernapas lega.

Izin dari pihak asrama pun sudah kudapat dari Abi Miftah dan Abi Arif. Baiklah, perjalanan ini dimulai!
16 Juni 2015, pukul 09.45 aku sudah harus take off dari Soekarno-Hatta International Airport. Sebelumnya, pagi-pagi sehabis sholat subuh, aku lantas menyibukkan diri dengan memastikan barang bawaan. Sengaja tidak memakai bagasi karena memang bawaan-ku sedikit. Ada satu tas tambahan yaitu tas jinjing berisi barang-barang pesanan dari teman baruku (salah satu campers juga di NIDA Summer Camp) yang pernah tinggal di Jakarta selama 6 tahun, dia Samreen, wanita muda berkewarganegaraan Pakistan yang kini tinggal sekaligus study s2 dan bekerja pada perusahaan IT di Cambodia (Kamboja).
Aku menaiki Damri jurusan khusus Rawamangun-Soekarno Hatta dan asyik browsing karena, syukurlah, bus ini dilengkapi dengan free Wi-Fi. Perjalanan kira-kira menghabiskan waktu sekitar 45 menit, setibanya di bandara aku langsung chek in dan menghubungi salah satu campers Indonesia yang memang satu penerbangan. Kak Bea dari ITB, mahasiswi jurusan planalogi. Ia sedari pukul 4 pagi berangkat dari Bandung. Sebelum menuju boarding pass tepatnya sesudah menukarkan tiket, aku menunggu Kak Bea selama 30 menit, namun dia tidak kunjung datang dan menyarankan aku untuk masuk boarding pass duluan saja. Oke, aku menurut saja.

Masuk berjalan menyeret troly, fasilitas yang menurutku sangat membantu yang disediakan di bandara. Tanpa perasaan gusar, hanya ketenangan dan harapan-harapan yang menyeruak dalam benak. Ah Tuhan, aku akan naik pesawat lagi. Keluar negeri lagi. Stempel departure and arrive di pasporku bertambah lagi. Dan berharap perjalananku kali ini lancar dan lebih menyenangkan lagi. Amiin.

img_20150616_073219
Ada rasa yang tak bisa diungkapkan ketika aku harus masuk ke boarding pass. Ya, rasanya aku akan pergi jauh, meninggalkan Tanah Air, apalagi separuh ramadhan akan kuhabiskan di luar negeri. Bismillah…

Fabiayyi alaa irobbikumaa tukadzibaan.
Dua puluh menit sebelum pintu boarding pass dibuka, Kak Bea menghubungiku lewat Line bahwa ia sudah sampai. Kami pun bertemu, bertanya ini itu, dan menjadi akrab. Oh, ternyata ada satu lagi campers yang satu flight, yaitu Kak Nanda. Kak Bea semester 8 di ITB dan Kak Nanda sedang menempuh pendidikan s2 Online-nya pada salah satu Universitas di Swedia dan pria booklovers ini ternyata merupakan alumni ITB juga. Duh aku mah apa atuh, cuma butiran rinso di kucek ilang 😂.
Finally, pintu gate D3 boarding pass menuju pesawat dibuka. Kami bergegas menyusuri ‘belalai’ menuju pesawat. Tiger Air (TR2275), dan Tiger Air ini adalah maskapai penerbangan kedua yang kugunakan setelah Air Asia.

Tempat duduk kami terpisah-pisah, tak apalah nanti di Changi International Airport pun bertemu. Untungnya aku masih saja setia duduk di samping jendela 😉 Yups! Kursi nomor 22 F.

IMG_20150404_182331
Pinjam photo dari AUSA 😉, ya kurang lebih seperti ini pemandangannya. Bedanya, hanya di waktu dan nama maskapai.

Seperti biasa, menurutku bagian paling mendebarkan ketika naik pesawat yakni, saat Take off dan Landing! Aku berdoa berkali-kali dan selalu berpikir positif. Walau agak takut, namun aku selalu menikmati perjalanan diatas penerbangan, mungkin bagi sebagian orang ini adalah hal biasa. Namun bagiku, ini adalah hal luar biasa. Dapat terbang, menyusuri awan-awan yang berserak, sembari bertafakur mengagumi ciptaan-Nya.

Good bye Jakarta, see u later!

***

Singapore, 12. 40 (waktu setempat)
Kami mendarat dengan indah di Changi International Airport. Salah satu bandara terkenal, terbesar, dan termegah karena merupakan pusat transit penerbangan internasional. Kami menuju airport transfer dan disini kami memiliki waktu sekitar 5 jam untuk menunggu flight selanjutnya menuju Bangkok.

img_20150616_125032
In frame, Kak Nanda si Kutu Buku akut 😃

Oke, lantas kami berjalan-jalan sejenak. Menikmati kemegahan Changi dan menuju mushola. Kami melaksanakan shalat dzuhur sekaligus ashar disini. Musholanya sangat bersih dan terawat. Kami juga sempat bertemu para atlet muda yang tengah melakukan perjalanan pulang ke Tanah Air selepas Sea Games 2015.

 

Seusai shalat, kami mencari makan siang. Menuju foodcourt dan tak lupa menuju pusat informasi untuk grab password of Wi-Fi.

img_20150616_134152

Sungguh, makanan disini mahal-mahal sekali. Paling murah seharga 12 dollar Singapore, atau sekitar 120rb Rupiah! Oke, tak apa demi mencicipi rasanya first lunch in SIN 😅, kami membeli makanan disini dan makan dengan lahap disertai dengan obrolan-obrolan akademisi. Ceileh..

img_20150616_134645
First and the last Lunch in Changi. See u next time SIN!

Sampai bertemu di Bangkok!


Sumber future images: http://www.gettyimages.com/

Advertisements