Sembilan jam sudah, menerjang awan

Dari Tanah Air menuju perantauan

Ada rasa-rasa yang sulit diungkap

Ada bayang-bayang yang sukar untuk disingkap

Bahwa kini, semua mimpi terasa kian mendekat

Di atas timur tengah kini aku terbang

Detik demi detik terasa membuncah

Lantas, bagaimana hati tak kuasa menahan?

Derai air mata, haru biru, dan bahagia semuanya lebur, menjadi satu

Pada suatu langit. Pada angkasa awan-awan Iran

Pada saat itu juga aku mulai menatap asa yang semakin mendekat, menuju masa depan

Oh Langit, cepatlah perlihatkan mentari pagi yang tengah tersenyum.

Bismillah..


02 Maret 2016. (06:37 waktu Jakarta, 02:30 waktu Istanbul)

Advertisements