Sahabat, taukah bahwa senyum dapat meluluhkan ketegangan, mencairkan kebekuan suasana, dan memadamkan api kemarahan. Tersenyumlah sahabat, tunjukkan keramahan dan kehangatanmu. Tunjukkan sisi indahmu, karena akan banyak hal-hal yang kau dapatkan dibalik keindahan sebuah senyum yang tulus.
Pukul 17.45, hari masih terang benderang di Yunus Emre, Manisa. Kabut-kabut tipis menyelimuti bukit-bukit dengan setia, dan terpaan hangat mentari masih jelas terpancar dari ufuk barat. Ada pemandangan yang indah sore ini, dari balik jendela kelas terlihat sebuah pelangi dengan malu-malu terpendar diantara lereng bukit. Tipis menggantung berlatar belakang awan biru nan cantik. Menghangatkan suasana kota yang sebetulnya cukup dingin diliputi semilir angin pencipta gigil tak tertahan.
Namun sayang, pelangi muncul hanya sebentar. Ia perlahan memudar dan hilang.
Aku tahu, sore ini Manisa seakan sedang tersenyum. Senyum yang cantik. Senyum singkat nan malu-malu tapi tetap menawan. Senyum menyembul di atas bukit. Sang pelangi melengkung, muncul tiba-tiba, kemudian hilang dan meninggalkan kenangan yang manis. Semanis segelas çay hangat dengan tiga kubus kecil gula pasir. Merubah perasaaan sesiapa saja yang menyapa. Hari ini, aku belajar dari secercah pelangi.
Jadi, ayo berikan senyum terbaikmu. Kepada siapapun, dimanapun, kapanpun, untuk merubah sekitarmu menjadi lebih manis.
Manisa, 09 Maret 2017 😃
Advertisements